Berteman

اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍٍ، وَعَلَى آلِهِ مُحَمَّدٍٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍٍ وَعَلَى آلِهِ مُحَمَّدٍٍ كَمَا بَارِكَتْ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْ


Dalam kita berkawan, berteman, bersahabat seteruk mana pun seseorang itu melayani kita sayangg, percayalah kita masih tidak punya hak untuk melayani mereka seperti itu. Mengapa perlu di balas api dengan api atau teruk dengan teruk sedangkan kita punya pilihan untuk membalasnya dengan cinta? Ia mana tahu dengan kita membalasnya dengan cinta seikhlas hati tanpa mengharapkan balasan manusia itu bisah merasakan cinta yang kita berikan dan dia akan mula memberikan kita cinta yang sama bukan? Janganlah kita berharap untuk manusia atau teman layani kita dengan baik jikalau kita sendiri tidak melayani mereka dengan baik sayyaangg. Terima kasih. JazakAllahu Khairan Katheeran

No comments: