اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍٍ، وَعَلَى آلِهِ مُحَمَّدٍٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍٍ وَعَلَى آلِهِ مُحَمَّدٍٍ كَمَا بَارِكَتْ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْ
Maaf Malaikat Manusia, Kerna tidak dapat ku jadi seperti yang kamu inginkan. Sungguh. Sejujurnya, sampai sekarang saya masih tidak faham dan juga masih mencari-cari dan tercari-cari jawapan kenapa "manusia lain tidak bisah menerima keunikkan manusia lain?" Jujur, saya masih tidak mengerti dan fahami. Saya faham seseorang akan lebih suka dan selesa berkawan dengan seseorang yang lebih kurang sama dengan perangainya kerna saya juga begitu. Jujurnyaa saya, teeeheeeee. Tapi itu tidak bermaksud saya tidak berkawan dengan seseorang yang jauh berbeda perangainya serta ragamnya dengan saya. Bukankah itu lebih baik, manis, sopan lagi santun jika kita menerima dan fahami orang lain yang berbeda perangainya daripada kita? Bukankah itu yang akan lebih mewarnai kehidupan kita? Pasti kehidupan kita akan lebih disinari warna-warni serta pelangi gituuuuu. Akan kita mahu berkawan dengan manusia yang sama perangainya dengan kita je kan? Pasti kehidupan kita akan lebih membosankan kerna semuanya sama. Tuhan tidak ciptakan manusia itu sama, Tuhan menciptakan manusia itu berbeda-beda.
"Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)
Saya rasa mesti ada yang akan pertikaikan pandangan saya tentang ini dan mungkin ada jugak yang akan berkata "awak pun tidak boleh menerima perangai manusia yang tidak bisah menerima perangai manusia yang lain" MasyaAllah berbelitnyaaaa. Complicated bukan? Ya. Manusia itu memang complicated. Apa-apa yang awak baca tidak semestinya betul dan tidak semestinya salah. Ini cuma pandangan dan perspektif saya. Saya tidak kisah jika mereka tidak bisah menerima perangai manusia yang berbeda, sungguh. Tapi saya tidak boleh mengerti apabila mereka tidak boleh menerima seseorang selepas itu mereka tinggalkan kerna perspektif pertama mereka terhadap seseorang itu berbeda pada ketika awalnya dengan hanya melihat luaran dan berandaian "ohh seseorang ini begini begitu" tetapi apabila mereka kenal dengan lebih mendalam, rupanya "seseorang" itu amat berbeda sama sekali dengan apa yang mereka harapkan dan fikirkan, maka mereka tinggalkan "seseorang" itu terkupu-kupu berterbangan kepinggugan. Dan yang paling sedih mereka juga berharap dan inginkan "seseorang" itu menjadi seperti manusia yang mereka inginkan. Ini tidak adil, tidak adil bagikuuu. Mengapa mereka ingin berharap agar kita jadi seperti yang mereka inginkan? Itu salah satu sebab mengapa saya takut untuk berkawan dengan manusia dan cuba elakkan mereka.
Jadi kesimpulannya, apakah Tuhan menciptakan manusia berbeda itu untuk saling menguasai atau mengungguli satu sama yang lain? Semestinya tidak bukan? Tapi, Ya. Manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling melengkapi dan saling mengisi diantara satu sama yang lain. Kita semua sebagai umat beragama Islam ataupun bukan yang percaya akan kewujudannya Tuhan, tentunya lebih menyakini bahawa semua ciptaan-Nya pada dasarnya adalah baik. Dan manusia diciptakan Tuhan berbeda-beda agar kehidupan seluruh umut manusia menjadi lebih baik dan disinari cahaya matahari yang menyinar di setiap sudut. WaAllahualam. Terima kasih. JazakAllahu khairan katheeran
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13)
No comments:
Post a Comment